Added line is this color
Deleted line is this color
<h2>Latar Belakang</h2> <p><font size="2">"Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna,</font></p> <p>damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah</p> <p>keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.</p> <p>Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang</p> <p>Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spritual</p> <p>mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif</p> <p>kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya</p> <p>mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.</p> <p>Penerapan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar di bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK), sangat tepat dalam rangka mewujudkan model PAK yang bertujuan</p> <p>mencapai transformasi nilai-nilai kristiani dalam kehidupan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar</p> <p>memberikan ruang yang sama kepada setiap peserta didik dengan keunikan yang berbeda untuk mengembangkan pemahaman iman kristiani sesuai dengan</p> <p>pemahaman, tingkat kemampuan serta daya kreativitas masing-masing.</p> <p>Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Kristen bukanlah "standar moral" Kristen yang ditetapkan untuk mengikat peserta didik, melainkan</p> <p>dampingan dan bimbingan bagi peserta didik dalam melakukan perjumpaan dengan Tuhan Allah untuk mengekspresikan hasil perjumpaan itu dalam kehidupan seharihari.</p> <p>Peserta didik belajar memahami, mengenal dan bergaul dengan Tuhan Allah secara akrab karena seungguhnya Tuhan Allah itu ada dan selalu ada dan berkarya</p> <p>dalam hidup mereka. Dia adalah Sahabat dalam Kehidupan Anak-anak.</p> <p>Hakikat Pendidikan Agama Kristen (PAK) seperti yang tercantum dalam hasil Lokakarya Strategi PAK di Indonesia tahun 1999 adalah: Usaha yang dilakukan</p> <p>secara terencana dan kontinu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih</p> <p>Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari,</p> <p>terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan</p> <p>tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas.</p> <p>Pada dasarnya PAK dimaksudkan untuk menyampaikan kabar baik (euangelion = injil), yang disajikan dalam dua aspek, aspek ALLAH TRITUNGGAL (ALLAH</p> <p>BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS) dan KARYANYA, dan aspek NILAI-NILAI KRISTIANI. Secara holistik, pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi</p> <p>Dasar PAK pada Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada dogma Allah</p> <p>Tritunggal dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Allah Tritunggal dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan keseharian</p> <p>peserta didik.</p> <p>Berdasarkan pemahaman tersebut, maka rumusan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar PAK di sekolah dibatasi hanya pada aspek yang secara substansial</p> <p>mampu mendorong terjadinya transformasi dalam kehidupan peserta didik, terutama dalam pengayaan nilai-nilai iman kristiani. Dogma yang lebih spesifik dan mendalam</p> <p>diajarkan di dalam gereja.</p> <p>Fokus Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berpusat pada kehidupan manusia (life centered). Artinya, pembahasan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar</p> <p>didasarkan pada kehidupan manusia, dan iman Kristen berfungsi sebagai cahaya yang menerangi tiap sudut kehidupan manusia. Pembahasan materi sebagai wahana untuk</p> <p>mencapai kompetensi, dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu manusia sebagai ciptaan Allah, selanjutnya keluarga, teman, lingkungan di sekitar peserta didik, setelah</p> <p>itu barulah dunia secara keseluruhan dengan berbagai dinamikanya."</p> <p> </p> <h2>Tujuan</h2> <p><font size="2">"1. Mata pelajaran PAK di SD bertujuan:</font></p> <p>a. Memperkenalkan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus dan karya-karya-Nya agar peserta didik bertumbuh iman percayanya dan meneladani Allah Tritunggal</p> <p>dalam hidupnya</p> <p>b. Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada peserta didik, sehingga mampu memahami dan menghayatinya</p> <p>c. Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secara bertanggungjawab serta berakhlak mulia di tengah masyarakat yang</p> <p>pluralistik.</p> <p>2. Fungsi</p> <p>a. Memampukan peserta didik memahami kasih dan karya Allah dalam kehidupan sehari-hari</p> <p>b. Membantu peserta didik mentransformasikan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sehari-hari"</p> <p> </p> <h2>Ruang Lingkup</h2> <p><font size="2">"Ruang lingkup PAK meliputi aspek-aspek sebagai berikut.</font></p> <p>1. Allah Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus) dan karya-Nya</p> <p>2. Nilai-nilai kristiani.</p> <p>Pada jenjang pendidikan SD peserta didik diperkenalkan pada hakikat Allah dan perspektif hubungan-Nya dengan manusia. Allah tidak berkarya di dalam ruang</p> <p>kosong, tetapi berkomunikasi dengan manusia. Allah membina relasi dengan manusia melalui karya-Nya."</p>
2008-11-24
2008-11-23
2008-11-21
2008-06-10
2008-05-08
2008-05-04
2008-05-02
2008-05-01
2008-04-30
2008-04-29