<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<title>sekolahdasar@wiki</title>
	<subtitle>
		sekolahdasar@wiki. Sekolah Dasar (SD) merupakan saalah satu bagian dari sistim pendidikan dasar menengah yang ada di Indonesia. SD dimulai dari  : 
kelas 1 (satu), 
kelas 2 (dua), 
kelas 3 (tiga), 
kelas 4 (empat), 
kelas 5 (lima) dan 
kelas 6 (enam.)

Kurikulum atau silabus yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar sekolah dasar saat ini adalah Kurikulum 2006.
Beberapa mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, diantaranya adalah : 
Matematika
Bahasa Indonesia
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pendidikan Jasmani (Penjas)
Seni Budaya
Kewarganegaraan
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan Agama Hindu
Pendidikan Agama Budha
Bahasa Inggris

	</subtitle>
	<id>@wiki</id>
	<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/"/>
	<author>
		<name>60107</name>
	</author>
	<updated>
		2008-05-08T02:01:11Z
	</updated>
	
		<entry>
		<title>
			Kelas 1 1. Membilang banyak benda
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Kelas%201%201.%20Membilang%20banyak%20benda" />
		

		<id>@wiki::29/</id>
		<published>
			2008-05-08
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-08T02:01:11Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Kelas 1 1. Membilang banyak benda with html-mode
 

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Agama Budha
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Budha" />
		

		<id>@wiki::28/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T07:06:26Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan
yang bermakna,
damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting bagi
kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi
menjadi
sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di
lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
serta
peningkatan potensi spritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan
moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual
mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan
nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif
kemasyarakatan.
Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada
optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya
mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Buddha adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran agama
Buddha.
Kurikulum Pendidikan Agama Buddha yang berbasis standar kompetensi dan
kompetensi dasar mencerminkan kebutuhan keragaman kompetensi secara
nasional.
Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan dalam
mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Buddha sesuai dengan kebutuhan
daerah atau pun sekolah.&quot;
 
Tujuan
&quot;Pendidikan Agama Buddha bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan keyakinan (Saddha) dan ketakwaan (Bhakti) kepada Tuhan Yang
Maha Esa, Tiratana, Para Bodhisattva dan Mahasattva
2. Mengembangkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia melalui peningkatan
pelaksanaan moral (Sila), meditasi (Samadhi) dan kebijaksanaan (Panna)
sesuai
dengan Buddha Dharma (Agama Buddha)
3. Mengembangkan manusia Indonesia yang memahami, menghayati, dan
mengamalkan/menerapkan Dharma sesuai dengan Ajaran Buddha yang terkandung
dalam Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka sehingga menjadi manusia yang
bertanggung jawab sesuai dengan prinsip Dharma dalam kehidupan sehari-hari
4. Memahami agama Buddha dan sejarah perkembangannya di Indonesia&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Pendidikan Agama Buddha meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1. Sejarah
2. Keyakinan (Saddha)
3. Perilaku/moral (Sila)
4. Kitab Suci Agama Buddha Tripitaka (Tipitaka)
5. Meditasi (Samadhi)
6. Kebijaksanaan (Panna).&quot;

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Agama Hindu
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Hindu" />
		

		<id>@wiki::27/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T07:02:59Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia.
Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting
bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap
pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik
pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia serta peningkatan potensi spritual. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama.
Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman
nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan
individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual
tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang
dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya
sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Hindu adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran
agama
Hindu.
Kurikulum Pendidikan Agama Hindu yang berbasis standar kompetensi dan
kompetensi dasar mencerminkan kebutuhan keragaman kompetensi secara
nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan
dalam mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Hindu sesuai dengan
kebutuhan daerah atau pun sekolah.&quot;
 
 
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu bertujuan agar peserta
didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menumbuhkembangkan dan meningkatkan kualitas Sradha dan Bhakti melalui
pemberian, pemupukan, penghayatan dan pengamalan ajaran agama
2. Membangun insan Hindu yang dapat mewujudkan nilai-nilai Moksartham
Jagathita dalam kehidupannya&quot;
 
 Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup pendidikan Agama hindu meliputi
aspek-aspek:
1. Sradha
2. Susila
3. Yadnya
4. Kitab Suci
5. Orang Suci
6. Hari-hari suci
7. Kepemimpinan
8. Alam Semesta
9. Budaya dan Sejarah Perkembangan Agama Hindu.&quot;
 

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Agama Katolik
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Katolik" />
		

		<id>@wiki::26/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T06:58:36Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai
dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat
manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah
keniscayaan,
yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga,
sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia
serta
peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
dan moral sebagai perwujutan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi
spiritual mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan
individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual
tersebut
pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki
manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan.
Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan
ajaran Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama
lain
dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk
mewujudkan persatuan nasional.
Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu)
tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan,
keuletan
dan kecekatan seseorang untuk mencernakan dan mengaplikasikan apa yang
diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu.
Demikian
pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan
oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya
bagaimana ia
menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup
nyata sehari-hari. Seorang beriman yang sejati seorang yang senantiasa berusaha
untuk
melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah dalam hidup nyatanya, dan
berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah bagi dirinya dalam konteks hidup
nyatanya. Oleh karena itu Pendidikan agama Katolik di sekolah merupakan
salah satu usaha untuk memampukan peserta didik menjalani proses pemahaman,
pergumulan
dan penghayatan iman dalam konteks hidup nyatanya. Dengan demikian proses
ini mengandung unsur pemahaman iman, pergumulan iman, penghayatan iman dan
hidup
nyata. Proses semacam ini diharapkan semakin memperteguh dan mendewasakan
iman peserta didik.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk Sekolah Dasar ini merupakan
standar umum yang minimal. Minimal dalam konteks ini berarti mengandung
dasar-dasar
umum ajaran iman Katolik yang harus diketahui, dihayati dan diamalkan para
peserta didik. Karena bersifat umum dan minimal maka dapat membuka peluang
bagi
pengayaan lokal sesuai kebutuhan sekolah setempat.&quot;
 
 
Tujuan
&quot;Pendidikan Agama Katolik (PAK) pada dasarnya bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman.
Membangun hidup
beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang
memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah
merupakan
situasi dan peristiwa penyelamatan: situasi dan perjuangan untuk perdamaian
dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan,
kelestarian
lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari pelbagai agama dan
kepercayaan.&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik di
Sekolah Dasar mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang
lain. Keempat
aspek yang dimaksudkan adalah:
1. Pribadi peserta didik; Aspek ini membahas tentang pemahaman diri sebagai
pria dan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, kelebihan dan
kekurangan
dalam berelasi dengan sesama serta lingkungan sekitarnya.
2. Yesus Kristus; Aspek ini membahas tentang bagaimana meneladani pribadi
Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah.
3. Gereja; Aspek ini membahas tentang makna gereja, bagaimana mewujudkan
kehidupan menggereja dalam realitas hidup sehari-hari.
4. Kemasyarakatan; Aspek ini membahas secara mendalam tentang hidup bersama
dalam masyarakat sesuai dengan firman Allah/sabda Tuhan, ajaran Yesus dan
ajaran
Agama.&quot;

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Agama Kristen
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Kristen" />
		

		<id>@wiki::25/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T06:54:29Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan
yang bermakna,
damai dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan
umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi
sebuah
keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spritual dan
membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang
Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan
moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi
spritual
mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta
pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif
kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya
bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang
aktualisasinya
mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Penerapan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar di bidang Pendidikan Agama
Kristen (PAK), sangat tepat dalam rangka mewujudkan model PAK yang
bertujuan
mencapai transformasi nilai-nilai kristiani dalam kehidupan peserta didik
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar
memberikan ruang yang sama kepada setiap peserta didik dengan keunikan yang
berbeda untuk mengembangkan pemahaman iman kristiani sesuai dengan
pemahaman, tingkat kemampuan serta daya kreativitas masing-masing.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Kristen bukanlah
&quot;standar moral&quot; Kristen yang ditetapkan untuk mengikat peserta didik,
melainkan
dampingan dan bimbingan bagi peserta didik dalam melakukan perjumpaan dengan
Tuhan Allah untuk mengekspresikan hasil perjumpaan itu dalam kehidupan
seharihari.
Peserta didik belajar memahami, mengenal dan bergaul dengan Tuhan Allah
secara akrab karena seungguhnya Tuhan Allah itu ada dan selalu ada dan
berkarya
dalam hidup mereka. Dia adalah Sahabat dalam Kehidupan Anak-anak.
Hakikat Pendidikan Agama Kristen (PAK) seperti yang tercantum dalam hasil
Lokakarya Strategi PAK di Indonesia tahun 1999 adalah: Usaha yang dilakukan
secara terencana dan kontinu dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta
didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih
Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan
sehari-hari,
terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orang yang
terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untuk
mewujudkan
tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian
dari komunitas.
Pada dasarnya PAK dimaksudkan untuk menyampaikan kabar baik (euangelion =
injil), yang disajikan dalam dua aspek, aspek ALLAH TRITUNGGAL (ALLAH
BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS) dan KARYANYA, dan aspek NILAI-NILAI KRISTIANI.
Secara holistik, pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar PAK pada Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada dogma Allah
Tritunggal dan karya-Nya. Pemahaman terhadap Allah Tritunggal dan karya-Nya
harus tampak dalam nilai-nilai kristiani yang dapat dilihat dalam kehidupan
keseharian
peserta didik.
Berdasarkan pemahaman tersebut, maka rumusan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar PAK di sekolah dibatasi hanya pada aspek yang secara
substansial
mampu mendorong terjadinya transformasi dalam kehidupan peserta didik,
terutama dalam pengayaan nilai-nilai iman kristiani. Dogma yang lebih spesifik
dan mendalam
diajarkan di dalam gereja.
Fokus Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar berpusat pada kehidupan
manusia (life centered). Artinya, pembahasan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar
didasarkan pada kehidupan manusia, dan iman Kristen berfungsi sebagai cahaya
yang menerangi tiap sudut kehidupan manusia. Pembahasan materi sebagai wahana
untuk
mencapai kompetensi, dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu manusia
sebagai ciptaan Allah, selanjutnya keluarga, teman, lingkungan di sekitar
peserta didik, setelah
itu barulah dunia secara keseluruhan dengan berbagai dinamikanya.&quot;
 
Tujuan
&quot;1. Mata pelajaran PAK di SD bertujuan:
a. Memperkenalkan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus dan karya-karya-Nya agar
peserta didik bertumbuh iman percayanya dan meneladani Allah Tritunggal
dalam hidupnya
b. Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada peserta didik,
sehingga mampu memahami dan menghayatinya
c. Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secara
bertanggungjawab serta berakhlak mulia di tengah masyarakat yang
pluralistik.
2. Fungsi
a. Memampukan peserta didik memahami kasih dan karya Allah dalam kehidupan
sehari-hari
b. Membantu peserta didik mentransformasikan nilai-nilai kristiani dalam
kehidupan sehari-hari&quot;
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup PAK meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1. Allah Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus) dan karya-Nya
2. Nilai-nilai kristiani.
Pada jenjang pendidikan SD peserta didik diperkenalkan pada hakikat Allah
dan perspektif hubungan-Nya dengan manusia. Allah tidak berkarya di dalam
ruang
kosong, tetapi berkomunikasi dengan manusia. Allah membina relasi dengan
manusia melalui karya-Nya.&quot;

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Agama Islam
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Islam" />
		

		<id>@wiki::24/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T04:26:07Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai
dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat
manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi
menjadi
sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di
lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan
membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang
Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan
moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual
mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan
nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif
kemasyarakatan.
Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada
optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya
mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama
diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa
kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan
manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin,
harmonis dan
produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong
dikembangkannya standar kompetesi sesuai dengan jenjang persekolahan yang
secara
nasional ditandai dengan ciri-ciri:
1. lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secata utuh selain
penguasaaan materi;
2. mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang
tersedia;
3. memberiklan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk
mengembangkan strategi dan program pembelajaran seauai dengan kebutuhan dan
ketersedian sumber daya pendidikan.
Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya
menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan
keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang
bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan,
hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam
lingkup lokal, nasional, regional maupun global.
Pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pencapaian seluruh kompetensi dasar
perilaku terpuji dapat dilakukan tidak beraturan. Peran semua unsur sekolah,
orang tua siswa dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan
pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam.&quot;
 
Tujuan
&quot;1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan,
dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia
yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur,
adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal
dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.&quot;
 
Ruang Lingkup
1. Al-Qur’an dan Hadits
2. Aqidah
3. Akhlak
4. Fiqih
5. Tarikh dan Kebudayaan Islam

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Sekolah Dasar (SD) @Wiki
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Sekolah%20Dasar%20%28SD%29%20%40Wiki" />
		

		<id>@wiki::23/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-05-02T03:12:33Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
sekolahdasar@wiki. Sekolah Dasar
(SD)

Sekolah Dasar (SD) merupakan saalah satu bagian dari sistim pendidikan dasar
menengah yang ada di Indonesia.
Tingkat atau kelas yang ada di sekolah dasar, dimulai dari yang terendah
sampai yang tertinggi :

Kelas 1 (satu),
Kelas 2 (dua),
Kelas 3 (tiga),
Kelas 4 (empat),
Kelas 5 (lima) dan
Kelas 6 (enam.)


Satu tahun ajaran sekolah dibagi menjadi dua Semester : Semerster 1 dan
Semester 2.
Kurikulum atau silabus yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar
sekolah dasar saat ini adalah Kurikulum 2006.
Beberapa mata pelajaran yang diajarkan guru kepada anak murid sekolah dasar,
diantaranya adalah :

Matematika
Bahasa Indonesia
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pendidikan Jasmani (Penjas)
Seni Budaya
Kewarganegaraan
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan Agama Hindu
Pendidikan Agama Budha
Bahasa Inggris

 Kurikulum tiap materi pelajaran dibagi menjadi beberapaKompetensi
Standard yang diuraikan lagi menjadi beberapa Kompetensi
Dasar.
Sekolah Dasar Negri (SDN) dan Sekolah Dasar Swasta biasanya
menerapkan kurikulum standard ataupun kurikulum plus.
 

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Seni Budaya
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Seni%20Budaya" />
		

		<id>@wiki::22/</id>
		<published>
			2008-05-02
			
		</published>
		<updated>
			2008-06-10T14:18:05Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang
diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005
tentang
Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran
karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata
pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, aspek budaya tidak dibahas secara
tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni
Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang
berbasis budaya.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan di sekolah karena
keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan
perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik
dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui
pendekatan: &quot;belajar dengan seni,&quot; &quot;belajar melalui seni&quot; dan &quot;belajar
tentang seni.&quot; Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki sifat multilingual,
multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan
kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media
seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.
Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi
(pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi
dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika,
dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni
menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya
Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan
sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta
toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan
pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan
kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas
kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal,
linguistik,
logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan
kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.
Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri
sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni dan
keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang
tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi,
dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip,
proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.&quot;
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam
tingkat lokal, regional, maupun global.&quot;
 
Ruang Lingkup
&quot;Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi
aspek-aspek sebagai berikut.
1. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam
menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan
sebagainya
2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat
musik, apresiasi karya musik
3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan
tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik,
seni tari dan peran
5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup ( life skills ) yang
meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional
dan keterampilan akademik.
Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang
seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia.
Pada sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang
seni, peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan
diikutinya. Pada tingkat SD/MI, mata pelajaran
Keterampilan ditekankan pada keterampilan vokasional, khusus kerajinan
tangan.&quot;

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Pendidikan Jasmani
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Jasmani" />
		

		<id>@wiki::21/</id>
		<published>
			2008-05-01
			
		</published>
		<updated>
			2008-07-22T10:31:52Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian
integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan
aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis,
keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek
pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani,
olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur
hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah
memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara
sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina
pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik,
sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang
lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak
sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan
dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan
zaman.
Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu
pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif.
Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak,
budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill.
Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional
Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang
komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong
pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik,
pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai
(sikap-mental-emosionalsportivitas- spiritual-sosial), serta pembiasaan pola
hidup sehat yang bermuara
untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang
seimbang.&quot;
 
 Tujuan
&quot;Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai
aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih
baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi
nilainilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab,
kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang
lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup
sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga
dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan.
eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif,
atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis
meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,
ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam
aerobic serta aktivitas lainnya
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan
bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan
lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung&quot;
 
 

		</summary>
	</entry>
		<entry>
		<title>
			Ilmu Pengetahuan Sosial IPS
		</title>
		<link href="http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Ilmu%20Pengetahuan%20Sosial%20IPS" />
		

		<id>@wiki::20/</id>
		<published>
			2008-05-01
			
		</published>
		<updated>
			2008-06-01T12:09:20Z
		</updated>
		
		
				
		<summary>
			
Latar Belakang
&quot;Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata
pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS
mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan
dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi
Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.
Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi
warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga
dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat
karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.
Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan
pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial
masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu
dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di
masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh
pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.&quot;
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam
masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.&quot;
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek
sebagai berikut.
1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan
2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3. Sistem Sosial dan Budaya
4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.&quot;

		</summary>
	</entry>
	
</feed>