<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="yes" ?> 
<rss version="2.0">
<channel>
	<title>sekolahdasar@wiki</title> 
	<description>sekolahdasar@wiki. Sekolah Dasar (SD) merupakan saalah satu bagian dari sistim pendidikan dasar menengah yang ada di Indonesia. SD dimulai dari  : 
kelas 1 (satu), 
kelas 2 (dua), 
kelas 3 (tiga), 
kelas 4 (empat), 
kelas 5 (lima) dan 
kelas 6 (enam.)

Kurikulum atau silabus yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar sekolah dasar saat ini adalah Kurikulum 2006.
Beberapa mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar, diantaranya adalah : 
Matematika
Bahasa Indonesia
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Pendidikan Jasmani (Penjas)
Seni Budaya
Kewarganegaraan
Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Kristen
Pendidikan Agama Katolik
Pendidikan Agama Hindu
Pendidikan Agama Budha
Bahasa Inggris
</description> 
	<link>http://sekolahdasar.atwiki.com/</link> 



		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Pendidikan Jasmani ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian
integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan
aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis,
keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek
pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani,
olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur
hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah
memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui
aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara
sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina
pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik,
sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang
lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak
sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan
dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan
zaman.
Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu
pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif.
Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak,
budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill.
Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional
Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang
komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong
pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik,
pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai
(sikap-mental-emosionalsportivitas- spiritual-sosial), serta pembiasaan pola
hidup sehat yang bermuara
untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang
seimbang.&quot;
 
 Tujuan
&quot;Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai
aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih
baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi
nilainilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab,
kerjasama, percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang
lain dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup
sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga
dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan.
eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif,
atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis
meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,
ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam
aerobic serta aktivitas lainnya
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan
bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan
lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung&quot;
 
 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Jasmani
		</link>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 10:31:52 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Seni Budaya ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang
diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005
tentang
Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran
karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata
pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, aspek budaya tidak dibahas secara
tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni
Budaya dan Keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang
berbasis budaya.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan di sekolah karena
keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan
perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik
dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui
pendekatan: &quot;belajar dengan seni,&quot; &quot;belajar melalui seni&quot; dan &quot;belajar
tentang seni.&quot; Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki sifat multilingual,
multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan
kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media
seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya.
Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi
(pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi
dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika,
dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni
menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya
Nusantara dan Mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan
sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta
toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan
pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan
kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas
kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal,
linguistik,
logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan
kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.
Bidang seni rupa, musik, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri
sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni dan
keterampilan, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang
tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi,
dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip,
proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.&quot;
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam
tingkat lokal, regional, maupun global.&quot;
 
Ruang Lingkup
&quot;Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi
aspek-aspek sebagai berikut.
1. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam
menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan
sebagainya
2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat
musik, apresiasi karya musik
3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan
tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik,
seni tari dan peran
5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup ( life skills ) yang
meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional
dan keterampilan akademik.
Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang
seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia.
Pada sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang
seni, peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan
diikutinya. Pada tingkat SD/MI, mata pelajaran
Keterampilan ditekankan pada keterampilan vokasional, khusus kerajinan
tangan.&quot;
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Seni%20Budaya
		</link>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 14:18:05 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Ilmu Pengetahuan Sosial IPS ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata
pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS
mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan
dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi
Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.
Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi
warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga
dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat
karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.
Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan
pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial
masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu
dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di
masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh
pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.&quot;
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam
masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.&quot;
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek
sebagai berikut.
1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan
2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3. Sistem Sosial dan Budaya
4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.&quot;
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Ilmu%20Pengetahuan%20Sosial%20IPS
		</link>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 12:09:20 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Kelas 1 1. Membilang banyak benda ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Kelas 1 1. Membilang banyak benda with html-mode
 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Kelas%201%201.%20Membilang%20banyak%20benda
		</link>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 02:01:11 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Matematika Kompetensi Dasar ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 




No


 


Kompetens iDasar


Standard
Kompetensi


Kelas




1


.


Membilang banyak benda


1


1




2


.


Mengurutkan banyak benda


1


1




3


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
20


1


1




4


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan
pengurangan sampai 20


1


1




5


.


Menentukan waktu (pagi, siang, malam), hari, dan jam (secara
bulat)


2


1




6


.


Menentukan lama suatu kejadian berlangsung


2


1




7


.


Mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari
(pendek, panjang) danmembandingkannya


2


1




8


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitandengan waktu dan
panjang


2


1




9


.


Mengelompokkan berbagai bangun ruang sederhana (balok,
prisma, tabung, bola, dan kerucut)


3


1




10


.


Menentukan urutan benda-benda ruang yang sejenis menurut
besarnya


3


1




11


.


Membilang banyak benda


4


1




12


.


Mengurutkan banyak benda


4


1




13


.


Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan


4


1




14


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dua
angka


4


1




15


.


Menggunakan sifat operasi pertukaran dan
pengelompokan


4


1




16


.


Menyelesaikan masalah yang melibatkan penjumlahan dan
pengurangan bilangan dua angka


4


1




17


.


Membandingkan berat benda (ringan, berat)


5


1




18


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitandengan berat
benda


5


1




19


.


Mengenal segitiga, segi empat, dan lingkaran


6


1




20


.


Mengelompokkan bangun datar menurut bentuknya


6


1




21


.


Membandingkan bilangan sampai 500


7


2




22


.


Mengurutkan bilangan sampai 500


7


2




23


.


Menentukan nilai tempat ratusan, puluhan, dan
satuan


7


2




24


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
500


7


2




25


.


Menggunakan alat ukur waktu dengan satuan jam


8


2




26


.


Menggunakan alat ukur panjang tidak bakudan baku (cm, m) yang
sering digunakan


8


2




27


.


Menggunakan alat ukur berat


8


2




28


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan berat
benda


8


2




29


.


Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua
angka


9


2




30


.


Melakukan pembagian bilangan dua angka


9


2




31


.


Melakukan operasi hitung campuran


9


2




32


.


Mengelompokkan bangun datar


10


2




33


.


Mengenal sisi-sisi bangun datar


10


2




34


.


Mengenal sudut-sudut bangun datar


10


2




35


.


Menentukan letak bilangan pada garis bilangan


11


3




36


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan tiga angka


11


3




37


.


Melakukan perkalian yang hasilnya bilangan tiga angka dan
pembagian bilangan tiga angka


11


3




38


.


Melakukan operasi hitung campuran


11


3




39


.


Memecahkan masalah perhitungan termasuk yang berkaitan dengan
uang


11


3




40


.


Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya (meteran,
timbangan, atau jam)


12


3




41


.


Menggunakan alat ukur dalam pemecahan masalah


12


3




42


.


Mengenal hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang,
dan antar satuan berat


12


3




43


.


Mengenal pecahan sederhana


13


3




44


.


Membandingkan pecahan sederhana


13


3




45


.


Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan
sederhana


13


3




46


.


Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut
sifat atau unsurnya


14


3




47


.


Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sudut


14


3




48


.


Menghitung keliling persegi dan persegipanjang


15


3




49


.


Menghitung luas persegi dan persegi panjang


15


3




50


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas
persegi dan persegipanjang


15


3




51


.


Mengidentifikasi sifat-sifat operasi hitung


16


4




52


.


Mengurutkan bilangan uang


16


4




53


.


Melakukan operasi perkalian dan pembagian


16


4




54


.


Melakukan operasi hitung campuran


16


4




55


.


Melakukan penaksiran dan pembulatan


16


4




56


.


Memecahkan masalah yang melibatkan


16


4




57


.


Mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan


17


4




58


.


Menentukan kelipatan dan faktor bilangan


17


4




59


.


Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor
persekutuan terbesar (FPB)


17


4




60


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan
FPB


17


4




61


.


Menentukan besar sudut dengan satuan tidak baku dan satuan
derajat


18


4




62


.


Menentukan hubungan antar satuan waktu,antar satuan panjang,
dan antar satuan berat


18


4




63


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan waktu,
panjang dan berat


18


4




64


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan
kuantita


18


4




65


.


Menentukan keliling dan luas jajargenjang dan
segitiga


19


4




66


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas
jajargenjang dan segitiga


19


4




67


.


Mengurutkan bilangan bulat


20


4




68


.


Menjumlahkan bilangan bulat


20


4




69


.


Mengurangkan bilangan bulat


20


4




70


.


Melakukan operasi hitung campuran


20


4




71


.


Menjelaskan arti pecahan dan urutannya


21


4




72


.


Menyederhanakan berbagai bentuk pecahan


21


4




73


.


Menjumlahkan pecahan


21


4




74


.


Mengurangkan pecahan


21


4




75


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
pecahan


21


4




76


.


Mengenal lambang bilangan Romawi


22


4




77


.


Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan
sebaliknya


22


4




78


.


Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana


23


4




79


.


Menentukan jaring-jaring balok dan kubus


23


4




80


.


Mengidentifikasi benda-benda dan bangun datar
simetris


23


4




81


.


Menentukan hasil pencerminan suatubangun datar


23


4




82


.


1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk
penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran


24


5




83


.


1.2 Menggunakan faktor prima untukmenentukan KPK dan
FPB


24


5




84


.


1.3 Melakukan operasi hitung campuran bilangan
bulat


24


5




85


.


1.4 Menghitung perpangkatan dan akar sederhana


24


5




86


.


1.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi
hitung, KPK dan FPB


24


5




87


.


2.1 Menuliskan tanda waktu dengan menggunakan notasi 24
jam


25


5




88


.


2.2 Melakukan operasi hitung satuan waktu


25


5




89


.


2.3 Melakukan pengukuran sudut


25


5




90


.


2.4 Mengenal satuan jarak dan kecepatan


25


5




91


.


2.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak,
dan kecepatan


25


5




92


.


3.1 Menghitung luas trapesium dan layanglayang


26


5




93


.


3.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas bangun
datar


26


5




94


.


4.1 Menghitung volume kubus dan balok


27


5




95


.


4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume kubus
dan balok


27


5




96


.


5.1 Mengubah pecahan ke bentuk persen dan desimal serta
sebaliknya


28


5




97


.


5.2 Menjumlahkan dan mengurangkan berbagai bentuk
pecahan


28


5




98


.


5.3 Mengalikan dan membagi berbagai bentuk pecahan


28


5




99


.


5.4 Menggunakan pecahan dalam masalah perbandingan dan
skala


28


5




100


.


6.1 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar


29


5




101


.


6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang


29


5




102


.


6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang
sederhana


29


5




103


.


6.4 Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan
simetri


29


5




104


.


6.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun datar
dan bangun ruang sederhana


29


5




105


.


1.1 Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi
campuran, FPB dan KPK


30


6




106


.


1.2 Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan
kubik


30


6




107


.


1.3 Menyelesaikan masalah yang melibatkan operasi hitung
termasuk penggunaan akar dan pangkat


30


6




108


.


2.1 Mengenal satuan debit


31


6




109


.


2.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan satuan
debit


31


6




110


.


3.1 Menghitung luas segi banyak yang merupakan gabungan dari
dua bangun datar sederhana


32


6




111


.


3.2 Menghitung luas lingkaran


32


6




112


.


3.3 Menghitung volume prisma segitiga dan tabung lingkaran
Pengolahan Data


32


6




113


.


4.1 Mengumpulkan dan membaca data


32


6




114


.


4.2 Mengolah dan menyajikan data dalam bentuk
tabel


33


6




115


.


4.3 Menafsirkan sajian data


33


6




116


.


5.1 Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan


34


6




117


.


5.2 Mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal


34


6




118


.


5.3 Menentukan nilai pecahan dari suatu bilangan atau
kuantitas tertentu


34


6




119


.


5.4 Melakukan operasi hitung yang melibatkan berbagai bentuk
pecahan


34


6




120


.


5.5 Memecahkan masalah perbandingan dan skala Geometri dan
Pengukuran


34


6




121


.


6.1 Membuat denah letak benda


35


6




122


.


6.2 Mengenal koordinat posisi sebuah benda


35


6




123


.


6.3 Menentukan posisi titik dalam sistem koordinat Kartesius
Pengolahan Data


35


6




124


.


7.1 Menyajikan data ke bentuk tabel dan diagram gambar,
batang dan lingkaran


36


6




125


.


7.2 Menentukan rata-rata hitung dan modus sekumpulan
data


36


6




126


.


7.3 Mengurutkan data termasuk menentukan nilai tertinggi dan
terendah


36


6




127


.


7.4 Menafsirkan hasil pengolahan data


36


6




 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Matematika%20Kompetensi%20Dasar
		</link>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 01:45:13 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Matematika Standard Kompetensi ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
 
 
 




No


 


Standard Kompetensi Matemaika Sekolah
Dasar


Aspek


Kelas




1


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
20


1


1




2


.


Menggunakan pengukuran waktu dan panjang


2


1




3


.


Mengenal beberapa bangun ruang


2


1




4


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua
angka dalam pemecahan masalah


1


1




5


.


Menggunakan pengukuran berat


2


1




6


.


Mengenal bangun datar sederhana


2


1




7


.


Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai
500


1


2




8


.


Menggunakan pengukuran waktu, panjang dan berat dalam
pemecahan masalah


2


2




9


.


Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua
angka


1


2




10


.


Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana


2


2




11


.


Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga
angka


1


3




12


.


Menggunakan pengukuran waktu, panjang dan berat dalam
pemecahan masalah


2


3




13


.


Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan
masalah


1


3




14


.


Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar
sederhana


2


3




15


.


Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta
penggunaannya dalam pemecahan masalah


2


3




16


.


Memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan
dalam pemecahan masalah


1


4




17


.


Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan
masalah


1


4




18


.


Menggunakan pengukuran sudut, panjang, dan berat dalam
pemecahan masalah


2


4




19


.


Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana
dalam pemecahan masalah


2


4




20


.


Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat


1


4




21


.


Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah


1


4




22


.


Menggunakan lambang bilangan Romawi


1


4




23


.


Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar
bangun datar


2


4




24


.


Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan
masalah


1


5




25


.


Menggunakan pengukuran waktu, sudut, jarak, dan kecepatan
dalam pemecahan masalah


2


5




26


.


Menghitung luas bangun datar sederhana dan menggunakannya
dalam pemecahan masalah


2


5




27


.


Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam
pemecahan masalah


2


5




28


.


Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah


1


5




29


.


Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar
bangun


2


5




30


.


Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan
masalah


1


6




31


.


Menggunakan pengukuran volume per waktu dalam pemecahan
masalah


2


6




32


.


Menghitung luas segi banyak sederhana, luas lingkaran, dan
volume prisma segitiga


2


6




33


.


Mengumpulkan dan mengolah data


3


6




34


.


Melakukan operasi hitung pecahan dalam pemecahan
masalah


1


6




35


.


Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan
masalah


2


6




36


.


Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan data


3


6




37


 


 


 


 










 
Aspek


1

. Bilangan


2

. Geometri dan pengukuran


3

. Pengolahan data.



 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Matematika%20Standard%20Kompetensi
		</link>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 00:24:06 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Matematika ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Matematika
Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari
perkembangan
teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan
memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi
informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan
matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang
dan
matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan
diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik
mulai
dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan
berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta
kemampuan
bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi
untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan
kompetitif.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dalam dokumen ini
disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan
tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan
kemampuan menggunakan matematika dalam pemecahan masalah dan
mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, tabel,
diagram, dan media lain.
Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran
matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah
terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara
penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu
dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model
matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.
Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai
dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual
problem).
Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap
dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan
keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media
lainnya.
 
Tujuan
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien,
dan
tepat, dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau
menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan
solusi yang diperoleh
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media
lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu
memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
 
Ruang Lingkup
Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI
meliputi aspekaspek
sebagai berikut.
1. Bilangan
2. Geometri dan pengukuran
3. Pengolahan data.
 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Matematika
		</link>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 16:50:07 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Pendidikan Agama Budha ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan
yang bermakna,
damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting bagi
kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi
menjadi
sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di
lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
serta
peningkatan potensi spritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan
moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual
mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan
nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif
kemasyarakatan.
Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada
optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya
mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Buddha adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran agama
Buddha.
Kurikulum Pendidikan Agama Buddha yang berbasis standar kompetensi dan
kompetensi dasar mencerminkan kebutuhan keragaman kompetensi secara
nasional.
Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan dalam
mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Buddha sesuai dengan kebutuhan
daerah atau pun sekolah.&quot;
 
Tujuan
&quot;Pendidikan Agama Buddha bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan keyakinan (Saddha) dan ketakwaan (Bhakti) kepada Tuhan Yang
Maha Esa, Tiratana, Para Bodhisattva dan Mahasattva
2. Mengembangkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia melalui peningkatan
pelaksanaan moral (Sila), meditasi (Samadhi) dan kebijaksanaan (Panna)
sesuai
dengan Buddha Dharma (Agama Buddha)
3. Mengembangkan manusia Indonesia yang memahami, menghayati, dan
mengamalkan/menerapkan Dharma sesuai dengan Ajaran Buddha yang terkandung
dalam Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka sehingga menjadi manusia yang
bertanggung jawab sesuai dengan prinsip Dharma dalam kehidupan sehari-hari
4. Memahami agama Buddha dan sejarah perkembangannya di Indonesia&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Pendidikan Agama Buddha meliputi aspek-aspek sebagai
berikut.
1. Sejarah
2. Keyakinan (Saddha)
3. Perilaku/moral (Sila)
4. Kitab Suci Agama Buddha Tripitaka (Tipitaka)
5. Meditasi (Samadhi)
6. Kebijaksanaan (Panna).&quot;
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Budha
		</link>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 07:06:26 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Pendidikan Agama Hindu ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia.
Agama menjadi pemandu dalam upaya untuk mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari bahwa peran agama amat penting
bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap
pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik
pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia serta peningkatan potensi spritual. Akhlak mulia mencakup
etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama.
Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman
nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan
individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual
tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang
dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya
sebagai makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Hindu adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik
untuk memperteguh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, serta peningkatan potensi spiritual sesuai dengan ajaran
agama
Hindu.
Kurikulum Pendidikan Agama Hindu yang berbasis standar kompetensi dan
kompetensi dasar mencerminkan kebutuhan keragaman kompetensi secara
nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan
dalam mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Hindu sesuai dengan
kebutuhan daerah atau pun sekolah.&quot;
 
 
 
Tujuan
&quot;Mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu bertujuan agar peserta
didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menumbuhkembangkan dan meningkatkan kualitas Sradha dan Bhakti melalui
pemberian, pemupukan, penghayatan dan pengamalan ajaran agama
2. Membangun insan Hindu yang dapat mewujudkan nilai-nilai Moksartham
Jagathita dalam kehidupannya&quot;
 
 Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup pendidikan Agama hindu meliputi
aspek-aspek:
1. Sradha
2. Susila
3. Yadnya
4. Kitab Suci
5. Orang Suci
6. Hari-hari suci
7. Kepemimpinan
8. Alam Semesta
9. Budaya dan Sejarah Perkembangan Agama Hindu.&quot;
 
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Hindu
		</link>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 07:02:59 +0000</pubDate>
	</item>
		<item>
		<title>
			 <![CDATA[ Pendidikan Agama Katolik ]]> 
		</title>
		<description>
			<![CDATA[ 
Latar Belakang
&quot;Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat
manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang
bermakna, damai
dan bermartabat. Menyadari peran agama amat penting bagi kehidupan umat
manusia maka internalisasi agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah
keniscayaan,
yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga,
sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa dan berakhlak mulia
serta
peningkatan potensi spiritual. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
dan moral sebagai perwujutan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi
spiritual mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan
individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual
tersebut
pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki
manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan.
Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk
memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan
ajaran Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama
lain
dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk
mewujudkan persatuan nasional.
Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu)
tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan,
keuletan
dan kecekatan seseorang untuk mencernakan dan mengaplikasikan apa yang
diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu.
Demikian
pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan
oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya
bagaimana ia
menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup
nyata sehari-hari. Seorang beriman yang sejati seorang yang senantiasa berusaha
untuk
melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah dalam hidup nyatanya, dan
berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah bagi dirinya dalam konteks hidup
nyatanya. Oleh karena itu Pendidikan agama Katolik di sekolah merupakan
salah satu usaha untuk memampukan peserta didik menjalani proses pemahaman,
pergumulan
dan penghayatan iman dalam konteks hidup nyatanya. Dengan demikian proses
ini mengandung unsur pemahaman iman, pergumulan iman, penghayatan iman dan
hidup
nyata. Proses semacam ini diharapkan semakin memperteguh dan mendewasakan
iman peserta didik.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk Sekolah Dasar ini merupakan
standar umum yang minimal. Minimal dalam konteks ini berarti mengandung
dasar-dasar
umum ajaran iman Katolik yang harus diketahui, dihayati dan diamalkan para
peserta didik. Karena bersifat umum dan minimal maka dapat membuka peluang
bagi
pengayaan lokal sesuai kebutuhan sekolah setempat.&quot;
 
 
Tujuan
&quot;Pendidikan Agama Katolik (PAK) pada dasarnya bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman.
Membangun hidup
beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang
memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah
merupakan
situasi dan peristiwa penyelamatan: situasi dan perjuangan untuk perdamaian
dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan,
kelestarian
lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari pelbagai agama dan
kepercayaan.&quot;
 
 
Ruang Lingkup
&quot;Ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik di
Sekolah Dasar mencakup empat aspek yang memiliki keterkaitan satu dengan yang
lain. Keempat
aspek yang dimaksudkan adalah:
1. Pribadi peserta didik; Aspek ini membahas tentang pemahaman diri sebagai
pria dan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, kelebihan dan
kekurangan
dalam berelasi dengan sesama serta lingkungan sekitarnya.
2. Yesus Kristus; Aspek ini membahas tentang bagaimana meneladani pribadi
Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah.
3. Gereja; Aspek ini membahas tentang makna gereja, bagaimana mewujudkan
kehidupan menggereja dalam realitas hidup sehari-hari.
4. Kemasyarakatan; Aspek ini membahas secara mendalam tentang hidup bersama
dalam masyarakat sesuai dengan firman Allah/sabda Tuhan, ajaran Yesus dan
ajaran
Agama.&quot;
 ]]> 
		</description>
		<link>
			http://sekolahdasar.atwiki.com/page/Pendidikan%20Agama%20Katolik
		</link>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 06:58:36 +0000</pubDate>
	</item>
	

</channel>
</rss>